Jumaat, 3 Mei 2013

DENGAN SIAPAKAH ANDA BANYAK MENGHABISKAN WAKTU,ITULAH MASA DEPAN ANDA

Jakarta - Robert Kiyosaki pernah mengikuti sebuah seminar
pada 22 tahun yang lalu. Instrukturnya meminta Robert
menuliskan enam nama orang yang paling sering
melewatkan waktu bersama Robert. Kemudian instruktur tersebut menulis dan mengumumkan,
"Kalian sedang menatap masa depan kalian, keenam orang
yang paling sering meluangkan waktu bersama kalian adalah
masa depan kalian.” Sekarang silahkan Anda melakukan tugas yang sama, tulis
enam orang yang paling sering dengan kalian. Mungkin tidak
selalu teman Anda, mereka mungkin rekan kerja, pasangan
hidup, anak-anak, kelompok agama, atau kelompok sosial
Anda. Saya pribadi waktu mengerjakan tugas ini 6 tahun
yang lalu, daftar nama yang ada didominasi oleh rekan kerja. Sekarang setelah 6 tahun berlalu, kelima orang lain dalam
daftar tersebut yang dulu masih menjadi teman baik saya
jadi jarang bertemu. Mereka orang-orang yang
menyenangkan dan mereka hidup bahagia dengan hidup
mereka. Perubahan melibatkan diri saya, saya ingin merubah masa
depan saya. Supaya berhasil mendapatkannya, saya harus
merubah cara berpikir saya dan sebagai akibatnya juga
merubah orang-orang yang menghabiskan waktu bersama
saya. Menurut saya pribadi, kesuksesan kita sangat tergantung 2
hal, yaitu :
1. Apapun yang dimasukkan dalam otak kita.
2. Siapa yang kenal kita. Robert Kiyosaki dan saya tidak memilih teman-teman
berdasarkan keadaan finansial mereka. Kami memilih teman
dari segala kalangan, baik teman yang bergumul secara
finansial dan juga teman yang menghasilkan jutaan dolar
setiap tahun. Maksud saya, kami belajar dari mereka semua
dan secara sadar kami berusaha untuk belajar dari mereka. Saya akui bahwa ada orang yang kami cari karena mereka
mempunyai uang. Tetapi saya tidak mengejar uang mereka,
saya mencari pengetahuan mereka. Dalam beberapa kasus
orang-orang yang mempunyai banyak uang itu menjadi
sahabat baik, tetapi tidak semuanya. Kami juga belajar dari
teman-teman kami yang bergumul secara finansial, kami belajar apa yang tidak boleh kami lakukan. Banyak orang datang ke tempat teman-teman yang kaya,
tapi mereka datang untuk mencari satu atau dua hal atau
kedua-duanya, yaitu :
1. Pinjaman/hutang.
2. Pekerjaan. Mereka tidak pernah datang kepada teman yang kaya untuk
bertanya bagaimana mereka bisa kaya. Sudahkah Anda
memilih teman-teman yang Anda ingin menjadi…?
Temukan seseorang yang telah melakukan apa yang ingin
Anda lakukan, ajaklah mereka makan siang, mintalah
nasehat kepada mereka bagaimana cara mereka menjadi sukses. Semoga Bermanfaat. Saya Tung Desem Waringin
mengucapkan Salam Dahsyat!

Selasa, 23 April 2013

7 GOLONGAN LELAKI YANG DI JAMIN ALLAH MASUK SYURGA

(1).Pemimpin yang adil.

(2).Seorang pemuda yang hidupnya sentiasa beribadah kepada Allah.

(3).Lelaki yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid.

(4).Dua orang yang saling menyayangi kerana Allah (bertemu dan berpisah kerana Allah).

(5).Seorang lelaki yang apabila dirayu oleh wanita cantik,kaya dan berpangkat kemudian dia mengatakan,oh tidak...sesungguhnya aku takut kepada Allah.

(6).Seorang lelaki yang bersedekah dengan rahsia hatta tangan kirinya juga tidak mengetahui apa yang tangan kanannya hulurkan.

(7).Lelaki yang berzikir kepada Allah secara sembunyi kemudian berlinangan airmatanya kerana takut kepada Allah.

(Hadis Riwayat Bukhari)

Sabtu, 20 April 2013

PAHLAWAN ACEH DENGAN SEBILAH RENCONG

Rakyat Aceh dalam perjalanan sejarah Republik
Indonesia, sejak Proklamasi 1945, telah memperlihatkan
sikap setia setiap saat terhadap NKRI. Namun sedihnya
Aceh terus menerus DIFITNAH hendak memisahkan diri dari
integritas keindonesiaan. Dengan tuduhan itu pula apa
yang terjadi di Aceh tidak ada yang memperdulikan, pun ketika Aceh menjadi salah satu wilayah termiskin di
Indonesia. Padahal pernyataan setia yang
dikumandangkan para ulama – nyaris merupakan
pernyataan syahadat bagi Republik ini. Tapi yang didapat
rakyat Aceh tidak lebih dari teror, penindasan dan
ketidakadilan sepanjang abad. Adalah Teungku Hasan Muhammad di Tiro salah satu pemimpin yang memimpin
Aceh untuk melawan, melawan ketidakadilan Indonesia
terhadap Aceh. Teungku Hasan Muhammad di Tiro lahir di
Tanjong Bungong, Lameulo Pidie, Nanggroe Aceh
Darussalam, 25 September 1925 dari pasangan Pocut
Fatimah dan Teungku Muhammad Hasan. Dia adalah
keturunan ketiga Tengku Chik Muhammad Saman di Tiro
Pahlawan Nasional Indonesia. Ketika kecil Hasan Tiro dimasukkan ayahnya ke
Madrasah Blang Paseh milik Teuku Daud Beureueh di
kawasan Tiro. Namun pada 1943, Hasan Tiro dikeluarkan
dari madrasah karena ulahnya yang suka berkelahi.
Kemudian Hasan Tiro melanjutkan pendidikan di Sekolah
Normal Islam di Bireuen hingga tamat SLTA. Di sekolah ini pula Hasan Tiro mendapatkan pemahaman
tentang pentingnya rasa nasionalis. Ini terbukti pada saat
para tokoh Aceh mendukung kemerdekaan Republik
Indonesia secara penuh, Hasan Tiro bergabung dalam
kepemudaan Barisan Pemuda Indonesia (BPI) kecamatan
Lemmeulo. Pada 24 September 1945, Keluarga Besar Tiro membuat
ikrar kesetiaan pada pemerintah RI dan pengibaran
bendera merah putih di kecamatan Lammeulo dan Hasan
Tiro yang menjadi pemuda pengerek bendera merah putih
dalam acara tersebut. Setelah selesai menamatkan pendidikan di Sekolah
Normal Islam, kakak kandung Hasan Tiro, Zainal Abidin
Muhammad meminta bantuan Daud Beureueh agar adiknya
bisa disekolahkan ke perguruan tinggi. Karena di Aceh tidak
ada perguruan tinggi (tragis bandingkan dengan Jawa),
Daud Beureueh menitipkan Hasan Tiro kepada sahabatnya Syafruddin Prawiranegara. Berkat Syafruddin akhirnya
Hasan Tiro melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum
Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Pada 1950,
Hasan Tiro berhasil menyelesaikan pendidikannya dan
memperoleh gelar Sarjana Hukum. Akhir tahun 1950 Hasan Tiro berangkat ke Filipina
dan kemudian ke Amerika guna melanjutkan studi di
Columbia University. Untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya, Hasan Tiro bekerja sebagai staf perwakilan
Indonesia di New York dan tinggal di 454 Riverside Drive,
New York. Pada 1954 Saat Perjuangan DI/TII dan PRRI/
Permesta untuk kemerdekaan dan keadilan sedang gencar-
gencarnya di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah
menanggapinya dengan cara membantai rakyat membabi
buta. Hasan Tiro memprotes sikap brutal pemerintah saat
memburu para pejuang DI/TII sampai kepedalaman Aceh, lalu bulan September 1954 mengirim sepucuk surat
ultimatum kepada Perdana Menteri Ali Satroamidjojo agar
menghentikan terjadinya aksi kekerasan di Jawa Barat,
Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Aceh.
Dalam surat itu Hasan Tiro menyakini Pemerintah Ali
Sastroamidjojo telah menyeret bangsa Indonesia ke dalam lembah keruntuhan ekonomi dan politik, perpecahan dan
perang saudara, serta memaksa mereka bunuh membunuh
sesama saudara. Di samping itu, pemerintah Ali
Sastroamidjojo telah melakukan kejahatan-kejahatan
genocide terhadap rakyat sipil Aceh. Suatu tindakan biadab
dan primitif yang dilakukan oleh sebuah rezim negara Republik Indonesia modern di bawah naungan Pancasila di
mana hal itu sudah tentu sangat bertentangan dengan
Piagam PBB. Menurut Hasan Tiro persoalan yang dihadapi
Indonesia sesungguhnya bukan tidak bisa dipecahkan,
tetapi Ali Sastroamidjojolah yang mencoba membuatnya
menjadi sukar. Sebenarnya jika Ali Sastroamidjojo hari ini
mengambil keputusan buat menyelesaikan pertikaian
politik ini dengan jalan semestinya, yakni perundingan, maka besok hari juga keamanan dan ketentraman akan
meliputi seluruh tanah air Indonesia. Oleh karena itu, demi
kepentingan rakyat Indonesia Hasan Tiro menganjurkan Ali
Sastroamidjojo mengambil tindakan:
Pertama, Hentikan agresi terhadap rakyat Aceh, rakyat
Jawa Barat, Jawa Tengah, rakyat Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan rakyat Kalimantan. Kedua, Lepaskan semua tawanan-tawanan politik
dari Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan rakyat Kalimantan.
Ketiga, Berunding dengan Teungku Muhammad Daud
Beureuh, S.M. Kartosuwirjo, Abdul Kahar Muzakar, dan Ibnu
Hajar. Jika sampai pada tanggal 20 September 1954, anjuran-anjuran ke arah penghentian pertumpahan darah
ini tidak mendapat perhatian Ali Sastroamidjojo, maka
untuk menolong miliunan jiwa rakyat yang tidak berdosa
yang akan menjadi korban keganasan agresi yang Ali
Sastroamidjojo kobarkan, Maka Hasan Tiro dan putera-
puteri Indonesia yang setia, akan mengambil tindakan- tindakan berikut: Pertama, Kami akan membuka dengan resmi
perwakilan diplomatik bagi Republik Islam Indonesia di
seluruh dunia, termasuk di PBB, benua Amerika, Asia dan
seluruh negara-negara Islam.
Kedua, Kami akan memajukan kepada General Assembly
PBB yang akan datang segala atas kekejaman, pembunuhan, penganiayaan, dan lain-lain pelanggaran
terhadap Human Right yang telah dilakukan oleh regime
Komunis – Fasis Ali Sastroamidjojo terhadap rakyat Aceh.
Biarlah forum Internasional mendengarkan perbuatan-
perbuatan maha kejam yang pernah dilakukan di dunia
sejak zamannya Hulagu dan Jenghis Khan. Kami akan meminta PBB mengirimkan komite ke Aceh. Biar rakyat
Aceh menjadi sksi. Ketiga, Kami akan menuntut regime Ali
Sastroamidjojo di muka PBB atas kejahatan genoside yang
sedang Ali Sastroamidjojo lakukan terhadap suku bangsa
Aceh.
Keempat, Kami akan membawa ke hadapan mata seluruh
dunia Islam, kekejaman-kekejaman yang telah dilakukan regime Ali Sastroamidjojo terhadap para alim ulama di
Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan
Tengah dan sebagian Kalimantan.
Kelima, Kami akan mengusahakan pengakuan dunia
Internasional terhadap Republik Islam Indonesia, yang
sekarang de facto menguasai Aceh sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Tengah dan
sebagian Kalimantan. Keenam, Kami akan mengusahakan pembaikotan
diplomasi dan ekonomi internasional terhadap regime Ali
Sastroamidjojo dan penghentian bantuan teknik dan
ekonomi PBB, Amerika Serikat dan “Colombo Plan”.
Ketujuh, Kami akan mengusahakan bantuan moral dan
materi buat Republik Islam Indonesia dalam perjuangannya menghapus regime teroris Ali
Sastroamidjojo dari Indonesia. Setelah lewat 20 September 1954 anjuran-anjuran
Hasan Tiro tidak diindahkan. Ali Sastroamidjojo kemudian
mengirimkan delegasinya ke PBB untuk membuat
serangkaian fitnah-fitnah keji kepada Hasan Tiro,
diantaranya menyatakan bahwa Hasan Tiro mendapat
sokongan dari golongan bukan Indonesia dan ancaman bahwa setiap campur tangan untuk membantu
gerombolan Darul Islam akan ditolak dan pada hakekatnya
merupakan perbuatan yang tidak bersahabat terhadap
Republik Indonesia.
Hasan Tiro berjuang keras di New York untuk memasukkan
persoalan DI/TII ke dalam forum PBB dengan tujuan supaya kepada rakyat Aceh terutama diberi hak
menentukan nasib sendiri (self determination). Akan tetapi
usaha mulianya ini menemukan kegagalan. Selain itu Pemerintah mencabut Paspor diplomatik
Hasan Tiro supaya Hasan Tiro diusir dari Amerika akibatnya
27 September 1954 Hasan Tiro ditahan oleh Jawatan
Imigrasi New York. Tetapi karena bantuan beberapa orang
senator, Hasan Tiro diterima sebagai penduduk tetap di
Amerika Serikat. Kecewa dengan sikap pemerintah Indonesia, Hasan Tiro
kemudian meninggalkan KBRI dan bergabung dengan DI/
TII Aceh yang dideklarasikan mantan Gubernur Militer Aceh
(1948-1951) Daud Beureuh tanggal 20 September 1953
sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia (NII) yang
dideklrasikan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Hasan Tiro diangkat sebagai Duta Besar Negara Islam di PBB. Pada 1958 Hasan Tiro bukunya yang berjudul
Demokrasi Untuk Indonesia terbit di Amerika. Dalam
bukunya tersebut, Hasan Tiro sangat mengecam konsep
negara kesatuan ala Soekarno. Karena sangat tidak
mungkin dengan wilayah yang sangat luas, Indonesia
dipaksakan menjadi negara kesatuan. Untuk itu, Hasan Tiro menawarkan sistem federal untuk berlangsungnya
demokrasi Indonesia. Tujuannya, agar hubungan daerah
dan pusat tidak timpang.
Pertengahan 1974 Hasan Tiro kembali ke Aceh. Dalam
pertemuan dengan gubernur Aceh saat itu, Muzakir Walad,
Hasan Tiro meminta agar perusahaannya bisa menjadi kontraktor pembangunan tambang gas di Arun. Tapi
Muzakkir Walad tak dapat memenuhi permintaan ini.
Bechtel Inc., sebuah perusahaan dari California, Amerika
Serikat, telah ditunjuk pemerintahan Orde Baru Soeharto
sebagai kontraktor pembangunan pabrik gas Arun. Hasan Tiro kembali kecewa. Baginya, ini adalah
bukti bahwa janji otonomi daerah dan hak daerah
mengelola sumber alam hanya bohong belaka.
Kekecewaannya pun semakin bertambah setelah syariat
Islam yang dibicarakan dalam konsep “Prinsipil
Bijaksana” antara Daud Beureuh dan pemerintah pusat tak kunjung dilaksanakan.
Hasan Tiro kembali menggalang kekuatan, mengambil alih
posisi puncak dari tangan Daud Beureuh yang saat itu
sudah turun dari panggung politik Aceh. Dia menghubungi
tokoh penting mantan anggota DI/TII seperti Teungku
Ilyas Leube, yang dikenal sebagai salah satu pengikut setia Daud Beureueh. Juga Daud Paneuk. Tak lama manuver
Hasan Tiro tercium oleh tentara. Operasi militer disiapkan
untuk menangkapnya. Tetapi Tiro berhasil melarikan diri,
pulang ke Amerika Serikat. Sebelum meninggalkan Aceh dia
berjanji akan kembali datang untuk menyusun kekuatan
yang jauh lebih besar Pada 30 Oktober 1976 Hasan Tiro pulang ke
Indonesia, sekitar pukul 8.30 pagi. Perahu yang ditumpangi
Hasan Tiro dari Malaysia merapat di Pasi Lhok, sebuah desa
nelayan di pantai utara Aceh. Dari tempat itu dia
melanjutkan perjalanan ke arah timur. Sekitar pukul 6.00
sore Hasan Tiro tiba di Kuala Tari. Sekelompok laki-laki yang dipimpin M. Daud Husin telah menunggu kehadirannya.
Malam itu juga mereka berangkat menuju Gunung
Seulimeun.
Hasan Tiro Berkata: “Aku sudah lama memutuskan bahwa
Deklarasi Kemerdekaan Aceh Sumatera harus dilakukan
pada tanggal 4 Desember dengan alasan simbolis dan historis. Itu adalah hari dimana Belanda menembak dan
membunuh Kepala Negara Aceh Sumatera, Tengku Cik Mat
di Tiro dalam pertempuran di Alue Bhot, tanggal 3
Desember 1911. Belanda karenanya mencatat bahwa 4
Desember 1911 adalah hari akhir Aceh sebagai entitas yang
berdaulat, dan hari kemenangan Belanda atas Kerajaan Aceh Sumatera.” Di Bukit Cokan Hasan Tiro menuliskan Deklarasi
Kemerdekaan Aceh, melanjutkan perjuangan Tengku Cik di
Tiro dan para leluhurnya. Tepat pada tanggal 4 Desember
1976 deklarasi kemerdekaan itu pun dibacakan.
“Kami, rakyat Aceh, Sumatera, menggunakan hak kami
untuk menentukan nasib sendiri dan melindungi hak sejarah kami akan tanah air kami, dengan ini menyatakan
bahwa kami merdeka dan independen dari kontrol politik
rejim asing Jakarta dan orang asing dari Pulau Jawa. Tanah
Air kami, Aceh, Sumatra, selalu merdeka dan independen
sebagai Negara yang Berdaulat sejak dunia diciptakan…” Pemerintahan Fasis Orde Baru segera
mengantisipasi gerakan ini. Berbagai aksi militer
dilancarkan. Aceh kemudian di jadikan ladang Daerah
Operasi Militer (DOM). Akibatnya tindak kekerasan/
penyiksaan, penangkapan tanpa prosedur, penculikan,
pelecehan seksual dan pemerkosaan, penghilangan nyawa manusia dan praktek-praktek pelanggaran hukum dan HAM
lainnya berlangsung hampir setiap saat.
Pembantaian rakyat Aceh selama berlangsungnya Operasi
Militer sejak 1989 hingga 1998 mencapai 30.000 nyawa.
Sungguh malapetaka peradaban yang hanya bisa terjadi
dalam masyarakat primitif. Maka orang yang wajib bertanggungjawab atas pembantaian-pembantaian
tersebut dan segera disidangkan ke masjlis Umum PBB atas
nama penjahat perang adalah Jenderal Soeharto, Jenderal
(Purn) L. B. Moerdani, Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Letjen
(Purn) Syarwal Hamid, Jenderal (Purn) Feisal Tanjung,
Mayjen (Purn) H. R. Pramono, Letjen Prabowo Subianto, Ibrahim Hasan (Gubernur Aceh periode 1986-1993). Pasca jatuhnya pemerintahan Pembantai Rakyat
Soeharto, isu “Aceh merdeka” kembali menjadi sorotan
dunia. pada 25 Januari 1999 Hasan Tiro menandatangani
surat perihal GAM yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal
Perserikatan Bangsa-Bangsa. Akhir tahun 2002, Hasan Tiro
menandatangani deklarasi berdirinya Negara Aceh Sumatra.
Pada 9-10 Oktober 2008 Ratusan kendaraan yang
membawa ribuan warga Aceh yang datang dari berbagai
kabupaten seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun, dan
Pidie memadati Banda Aceh. Mereka berkumpul di
Kompleks Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh dan rela menginap di tempat-tempat terbuka seperti pelataran
Masjid Raya menyambut kedatangan Wali Nanggroe yang
juga proklamator Gerakan Aceh Merdeka Hasan Tiro.
Antusiasme juga terlihat dari pengurus dan simpatisan
Partai Aceh, salah satu partai lokal yang didirikan mantan
aktivis GAM. Ratusan kendaraan yang lalu lalang di berbagai jalan utama kota Banda Aceh ditempeli berbagai
atribut Partai Aceh. Pada 11 Oktober 2008 Pesawat sewaan yang
mengangkut mantan pemimpin GAM Hasan Tiro (83)
mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang,
Kabupaten Aceh Besar, NAD. Kedatangan Hasan Tiro dan
rombongan dari Kuala Lumpur, Malaysia, dikawal ketat
oleh satuan tugas yang dibentuk Komite Peralihan Aceh. Saat turun dari tangga pesawat, Begitu turun dari
pesawat, Hasan Tiro langsung bersujud mendapat kalungan
bunga dari Wakil Gubernur NAD Muhammad Nazar. Dalam
rombongan Hasan Tiro terlihat antara lain Gubernur
Irwandi Yusuf dan sejumlah mantan petinggi GAM, yakni
Muzakkir Manaf serta Dr Zaini Abdullah. Hasan Tiro melambaikan tangan ke arah ratusan orang
yang berkumpul di Bandara. Dari bandara, rombongan Hasan Tiro langsung
menuju Masjid Raya Banda Aceh, pusat berkumpulnya
ratusan ribu warga. Namun, kondisi fisik dan usia Hasan
Tiro tak memungkinkannya berbicara lama secara langsung
dengan massa di hadapannya. Hasan Tiro hanya berpidato
secara singkat dalam bahasa Aceh. ”Assalamualaikum, saya sudah kembali ke Aceh. Allahu Akbar,” ujarnya.
Selanjutnya, pidato tertulis Hasan Tiro dibacakan Malik.
Dalam pidato tersebut, berulang kali Hasan Tiro
mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas
perdamaian dan kebebasan yang kini bisa dinikmati rakyat
Aceh. ”Saya menghargai kebijaksanaan dan tekad baik Bapak
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden
Bapak Jusuf Kalla yang sejak awal tahun 2000 telah
merintis jalan penyelesaian konflik berkepanjangan di Aceh
harus melalui perundingan, bukan dengan kekerasan
senjata,” katanya. ”Kalau masih ada pihak-pihak yang menentang dan tidak
menyetujui MOU Helsinki, saya menyerukan untuk kembali
dan bersatu dengan rakyat Aceh yang sekarang sedang
memelihara dan menikmati kedamaian dan kebebasan
menyeluruh di bumi Aceh,” ujar Hasan Tiro. Ia mengungkapkan, pengalaman konflik bersenjata
masa lalu telah memakan banyak korban rakyat Aceh. ”Di
dalam perang kita telah sangat banyak pengorbanan,
tetapi dalam kedamaian kita harus bersedia berkorban
lebih banyak lagi. Memang biaya perang sangat mahal,
tetapi biaya memelihara perdamaian jauh lebih mahal. Peliharalah kedamaian ini untuk kesejahteraan kita
semua,” katanya.
Warga yang hadir di Masjid Raya umumnya mengaku puas
dapat bertemu langsung dengan Hasan Tiro yang mereka
anggap sebagai ”Wali Nanggroe” atau penerus
kepemimpinan setelah era Kesultanan Aceh berakhir. Hasan Tiro adalah pejuang sekaligus pahlawan bagi rakyat
Aceh. Komitmennya untuk Aceh berdiri sendiri dalam
bingkai Syariat Islam lewat kemerdekaan penuh tidak
pernah padam, sebagaimana para pejuang Aceh lainnya
dulu ketika menghadapi kolonialis Belanda. Komitmennya
untuk Aceh berdiri sejajar dengan Jawa adalah bukti bahwa di Indonesia ada ketimpangan, ketidakadilan, ada jurang
pemisah antara Jawa – non Jawa. Pembebasan Aceh dari
masalah-masalah tersebut adalah keniscayaan.
Pertanyaannya adalah mengapa sejarah kelam Indonesia
mencatatkan namanya sebagai pemberontak? Sumber.
al-Chaidar, Sayed Mudhahar Ahmad, Yarmen
Dinamika,1998, Aceh Bersimbah Darah (Mengungkap
Penerapan Status Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh
1989-1998), Jakarta: al-Kautsar.
Neta S. Pane, 2001, Sejarah dan Kekuatan Gerakan Aceh Merdeka, Solusi, Harapan dan Impian, Jakarta: PT. Grasindo.
Kompas, Kamis 9 Oktober 2008
Kompas, Jum’at 10 Oktober 2008
Kompas, Sabtu 11 Oktober 2008
http://hankkuang.wordpress.com/200

Jumaat, 19 April 2013

IKHLAS

Keikhlasan merupakan sifat yang sangat berat untuk
dilakukan, bahkan banyak dari kita yang tidak
mengedepankan keikhlasan dalam beramal. Padahal dalam
kajian tauhid hal ini merupakan hal yang harus dimililki
seorang muslim. Itulah sebabnya surat yang sering kita
sebut dengan surat ‘qulhu ‘dinamakan dengan “ surat al ikhlash” Dan kalau kita perhatikan tidak ada satu
kalimatpun yang menyebut kata al ikhlas.
Tetapi mengapa disebut dengan surat al ikhlas? Ini
menunjukkan bahwa kita dituntut untuk ikhlas akan
keesaan Allah, yang berhak disembah hanyalah Allah
(ahad), tiada Tuhan selain Allah. Kita juga dituntut untuk ikhlas menjadikan Allah tempat kita bergantung
(asshamad), berbagai hal yang kita lakukan bergantung
kepada kekuasaan Allah. Selain itu, kita dituntut untuk
ikhlas mengikrarkan dan memproklamirkan bahwa Allah
bukanlah tuhan yang beranak dan diperanakkan (lam yalid
wa lam yulad), juga tuhan yang tidak ada sekutu baginya. (walam yakun lahu kufuwan ahad). Demikian dahsyatnya
kata ikhlas itu. Dan Syarat diterimanya ibadah oleh Allah
SWT adalah bila dilakukan dengan keikhlasan.
Ada sebagian orang yang dengan amal yang
dilakukannnya seolah ia menjadi penghuni surga. Padahal
sebenarnya ia mendaftarkan diri untuk masuk ke dalam neraka. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang
diriwayatkan oleh muslim “ orang yang pertama kali
diadili pada hari kiamat adalah seorang yang dinilai mati
syahid. Orang itu dihadirkan kemudian kepadanya
dibeberkan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan
kepadanya, lalu ia mengetahui hal itu. Kemudian Allah SWT bertanya apa yang kamu lakukan
terhadap nikmat-nikmat itu ? ia menjawab “ aku
berperang membela agamamu, hingga aku mati syahid.
Allah SWT berfirman “ kamu berdusta karena kamu
berperang hanya untuk dikatakan seorang pemberani dan
itu sudah dikatakan orang. Kemudian diputuskan perkaranya, ia diseret dengan tertelungkup dan ia
dilemparkan ke neraka. Kemudian seorang yang telah
mempelajari Alquran, mengajarkan dan membaca Alquran.
Orang itu dihadirkan, kemudian kepadanya disampaikan
nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya dan
ia mengetahui hal itu, kemudian Allah bertanya kepadanya, apa yang kamu lakukan terhadap nikmat-
nikmat itu ?
Ia menjawab” aku mempelajari Alquran dan mengajarkan
kepada manusia dan aku membaca Alquran demi engkau.
Allah SWT berfrman, kamu berdusta, karena kamu
mempelajari Alquran agar dikatakan orang sebagai orang yang alim, dan engkau membaca Alquran agar mausia
mengatakan kamu seorang qori. Dan itu sudah dikatakan
orang, Maka kemudian diputuskan, ia diseret dengan
tertelungkup, hingga ia dilemparkan ke neraka. Kemudian
seseorang yang Allah SWT berikan kekuasaan harta dan
bermacam-macam kekayaan. Orang itu dihadirkan, kemudian kepadanya dibeberkan nikmat-nikmat Allah yang
telah diberikan kepadanya dan ia mengakui hal itu.
Kemudian Allah SWT bertanya, apa yang kamu lakukan
sebagai rasa syukur terhadap nikmat-nikmat itu ?
Ia menjawab” setiap aku mendapati jalan dan usaha
kebaikan yang engkau senang, agar aku nafkahkan hartaku untuknya, aku segera menginfakkan hartaku demimu. Allah
mengomentari jawabannya itu, kamu berdusta karena
kamu melakukan itu semua agar dikatakan seorang yang
dermawan dan itu telah dikatakan orang ! kemudian
diputuskan, ia diseret dengan tertelungkup, hingga ia
dilemparkan ke neraka. Berdasarkan hadis tersebut, terlihat jelas bahwa banyak
dari kita yang beranggapan bahwa dialah penghuni surga
dengan bergudang-gudang amal kebaikan yang
dilakukanya. Ternyata malah ia menjadi penghuni neraka.
Hal tersebut disebabkan belum menyatu (tauhid)
keberadaan Allah dalam kehidupannya. dan inilah hakikatnya keikhlasan, bahwa segala perbuatan didasari
karena Allah SWT semata-mata. Denga kata lain, setiap
gerak kehidupannya, bismillah, alhamdulillah,
astaghfirullah, inna lillah, lahaula wala quwwata illa billah
dan lain sebagainya. Hal itu yang belum terbangun dari
kebanyakan kita. Sehingga seluruh amal kebaikan kita bukan didasari karena Allah. Tetapi sebaliknya , karena
manusia (linnasi). Baik itu sifat riya (supaya dilihat orang)
maupun sifat sum’ah (supaya didengar orang lain).
Dua penyakit itu menjangkiti mayoritas kita, kendatipun
berdasarkan hadis tersebut direpresentasikan kepada tiga
kelompok manusia yaitu; orang yang mati syahid, pembaca dan penghapal Alquran dan orang kaya yang
dermawan.
1.Orang yang mati syahid. Berkaitan dengan orang mati
syahid, terutama bila dikontekstualkan dengan persoalan
terkini, yakni dengan ‘bom bunuh diri’ yang merugikan
banyak orang. Dimana menurut mereka, bahwa tindakan mereka adalah benar. Sebab dengan melakukan hal itu
mereka termasuk orang yang mati syahid dan disambut
bidadari di surga. Padahal menurut mayoritas kita, bahwa
tindakan mereka adalah kezaliman dan kebiadaban, dimana
mengorbankan banyak orang. Selain itu, citra islam sebagai
agama yang rahmatan lilalamin selalu menjadi citra yang negatif dalam kehidupan umat beragama.
2.Pembaca dan penghapal Alquran. Para pembaca (qori)
dan penghapal(hafiz) Alquran secara khusus yakni orang
yang telah mendapat apresiasi dari masyarakat karena
telah memperoleh qori terbaik, mulai dari tingkat
kecamatan sampai tingkat internasional, kerap dihinggapi penyakit riya dan sum’ah.
3.Orang kaya yang dermawan. Selain dengan dua
kelompok di atas, orang kaya dermawan juga kerap
dijangkiti penyakit Riya dan sum’ah.
Dengan demikian, melalui momentum bulan Ramadhan ini,
mari kita bangun jiwa keikhlasan sebagaimana tujuan ibadah puasa itu sendiri yakni membentuk manusia yang
ikhlas, qanaah, tawadhu dan lain sebagainya yang
dirangkum dengan kata “manusia yang bertaqwa”. Cara
yang terbaik membangun keikhlasan adalah menyadari
bahwa Allah selalu menyatu di dalam kehidupan kita dan
tidak ada yang kita cari dalam kehidupan ini selain mencari keridhaannya.

Khamis, 18 April 2013

10 Perkara Yang Melemahkan Minda

10 Perkara Yang Melemahkan Minda Artikel kali ini saya ingin berkongsi maklumat yang sangat
penting bagi setiap pelajar agar mencapai kecemerlangan
dalam akademik dengan menghindari 10 perkara yang
boleh merencatkan kecergasan minda.
……………………………………………………….. 1.Tidak mengambil sarapan pagi. Otak merupakan organ yang paling banyak menggunakan
tenaga, iaitu sebanyak 25% daripada badan. Tidak
mengambil sarapan pagi menyebabkan paras gula dalam
darah menjadi rendah dan mengurangkan bekalan nutrisi
pada otak.Banyak sel-sel otak akan menjadi kurang aktif
pada hari tersebut. 2.Terlebih makan. Tidak bermakna makan berlebihan menyebabkan otak
menjadi semakin baik.Makan berlebihan menyebabkan
banyak darah dialirkan kepada perut dan usus untuk tujuan
pencernaan,menyebabkan kekurangan darah yang sampai
kepada otak.Ini mengakibatkan mengantuk, malas dan
hilang daya fokus. 3.Merokok. Asap rokok sangat merbahaya kerana mengandungi
pelbagai racun dan boleh membunuh banyak sel-sel otak. 4.Mengambil Gula Berlebihan. Gula yang berlebihan dalam badan boleh menggangu
penyerapan protein dan nutrisi.Ia juga boleh mengganggu
perkembangan otak yang sihat. 5.Menghidu Udara Yang Tercemar. Otak merupakan pengguna oksigen terbesar dalam badan
manusia.Menghidu udara tercemar menyebabkan
kerosakan sel-sel otak.Berkawan dengan perokok juga
mendedahkan kita kepada asap rokok yang sangat
merbahaya kepada otak. 6.Tidur Yang Berlebihan. Tidur adalah baik untuk kesihatan otak kita.Namun tidur
yang berlebihan menyebabkan otak kurang aktif dan
melemahkan daya berfikir seseorang. 7.Tidur Dengan Menutup Muka. Tidur sambil meniarap dan menekup muka ke bantal atau
menutup dengan buku atau lengan boleh menyebabkan
banyak gas karbon dioksida terperangkap dan disedut
semula semasa bernafas.Ini boleh menyebabkan otak
kekurangan oksigen. 8.Kurang Berimaginasi. Berifkir merupakan satu cara yang baik untuk mengasah
otak kita.Kurang berimaginasi menyebabkan tahap
kecerdasan otak menurun. 9.Jarang Berfikir. Jarang berfikir menyebabkan otak kita menjadi lembap dan
tidak aktif. Maka,selalu berfikir akan melatih otak kita
berkerja dan meningkatkan keupayaan otak kita. 10.Tidak Membaca Al-Quran. Al-Quran merupakan kalimah-kalimah Allah s.w.t.
Membacanya akan memberi banyak manfaat kepada badan
kita termasuklah mengaktifkan otak kita dan
mengelakkannya daripada rosak.Tidak membaca Al-Quran
menyebabkan otak kita menjadi dungu dan dangkal.

Tinta Hitam Dalam Kerajaan Melayu

Mari kita renungkan, dahulu,pki dan dibantu para trans
jawa berjaya membunuh sultan-sultan sumatera dan
pewarisnya dengan cara memainkan sentimen sultan-
sultan sumatera bersekutu dengan belanda..sambil
melaungkan slogan 'daulat rakyat' dan menyamar menjadi
melayu, mereka berhasil menipu rakyat sumatera dan sekaligus membunuh sultan-sultan melayu.
Kita lihat sekarang, sentimen yang sama dimainkan. Jawa menuduh malaysia adalah antek-antek british, mereka
juga memulakan provakasi apabila melaungkan kembali
slogan 'ganyang malaysia' dan sekaligus berjaya
mempengaruhi suku non jawa untuk membenci malaysia. Disini, anda boleh pikir sendiri..selepa s berjaya menjajah andalas dengan tipu muslihat,serta membunuh sultan-
sultan melayu, jawa masih belum puas hati kerna pewaris
melayu telah berjaya dimalaysia..sek arang,mereka menghasut anak melayu disumatera untuk membenci
malaysia..boleh kah kalian lihat betapa dendamnya jawa terhadap melayu.. maka dalam islam hukum qisas/jinayat ini diharuskan darah
dibayar darah bukan berarti dendam namu suatu tuntutan
hukum kami dari dulu turun temurun memang demikian. benar apa tidak tapi FAKTA dn REALITA memang demikian.

BERDOSA MENDUKUNG KEZALIMAN

Ustaz Abdul Ghani Shamsuddin Isnin, 08 Apr 2013 04:03 Sebagaimana Allah Taala memerintahkan semua agar
berlaku adil, Allah juga melarang semua pihak daripada
melakukan kezaliman. Allah mengharamkan kezaliman
dengan larangan yang sekeras-kerasnya. Allah mencela
orang yang berlaku zalim. Allah berjanji akan menghukum
mereka dengan hukuman yang berat di dunia dan juga di akhirat. Firman Allah Taala:
"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal-amal soleh, maka Allah akan menyempurnakan
pahala mereka; dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada
orang-orang yang zalim." (Ali Imran:57)
"Dan siapakah lagi yang lebih aniaya dari orang yang mengada-adakan perkara-perkara yang dusta terhadap
Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat keterangan-Nya?
Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan
berjaya." (Surah al-Ana'am : ayat 21)
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu
mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani itu sebagai teman rapat, kerana setengah mereka menjadi teman
rapat kepada setengahnya yang lain; dan sesiapa di antara
kamu yang menjadikan mereka teman rapatnya, maka
sesungguhnya ia adalah dari golongan mereka itu mereka
itu. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk
kepada kaum yang berlaku zalim." (Surah al-Maidah : ayat 51)
"Dan penduduk negeri-negeri (yang derhaka) itu Kami
telah binasakan ketika mereka melakukan kezaliman, dan
Kami telah tetapkan satu masa yang tertentu bagi
kebinasaan mereka." (surah al-Kahfi : ayat 59)
"Kesudahannya rumah-rumah mereka itu telah runtuh ranap, dengan sebab mereka berlaku zalim; sesungguhnya
kejadian yang demikian mengandungi pelajaran yang
mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mahu
mengetahui (akan sebab dan musababnya)." (Surah an-
Naml : ayat 52)
Al-Quran – lebih jauh – telah melarang orang Muslim menjadi orang yang zalim. Begitu juga al-Quran
melarangnya daripada menjadi pembantu kepada orang
yang zalim, atau cenderung kepada orang yang zalim,
kerana dia akan ikut serta dalam dosa dan balasan
kezaliman tersebut. Firman Allah Taala tentang Fir’aun:
"Dengan sebab itu, Kami mengepungnya bersama-sama tenteranya serta Kami humbankan mereka ke dalam laut;
maka perhatikanlah bagaimana buruknya kesudahan
orang-orang yang zalim." (surah al-Qasas : ayat 40)
Lihatlah bagaimana Allah sertakan bala tentera bersama
Fir’aun dan menganggap kesemua mereka adalah
manusia zalim. Firman Allah lagi: "Dan janganlah kamu cenderung menyokong orang-orang
yang zalim kelak (kalau kamu berbuat demikian), api
neraka akan membakar kamu. Pada hal tiada seorang
penolong pun untuk kamu selain dari Allah. Kemudian
(dengan sebab kecenderungan kamu itu) kamu tidak akan
mendapat apa-apa pertolongan." (Surah Hud : ayat 113) Perkataan “Ar-Rukuun” dalam ayat ini bererti
cenderung, maka dengan cenderung sahaja pun kepada
kezaliman sudah diharamkan oleh al-Quran dan diikatkan
dengan cucuhan api neraka, di samping kehilangan
pertolongan Allah kepada mereka.
http://www.tarbawi.my